Sambut Tahun Baru Islam,
Pontren Kauman Adakan Gebyar Muharram

Padangpanjang, Humas- Menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1444 Hijriyah, Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang menggelar beberapa kegiatan kebahasaan, keagamaan, dan olahraga yang terangkum dalam agenda Gebyar Muharram Kauman Cup 3, Sabtu (30/07/2022).

Dr. Derliana, MA, selaku Mudir Pondok Pesantren menyampaikan dalam sambutannya bahwa momentum Hijriyah mesti menjadi sebuah arus perubahan bagi seluruh civitas akademika Pondok Pesantren.

“Momentum Hijriyah mesti kita pahami sebagai bentuk gerakan perubahan ke arah yang lebih baik. Seluruh definisi perubahan mesti mengacu kepada kebaikan dan kebermanfaatan. Sebagai insan yang bertaqwa kepada Allah sudah sepatutnya kita mengkaji diri sendiri bagaimana tahun yang berlalu menjadi acuan bagi kita untuk berubah kearah yang lebih baik lagi,” ungkapnya di Aula Buya Hamka.

Dilanjutkannya bahwa peringatan satu Muharram diharapkan mampu menjadi bahan refleksi dan memberikan efek sadar kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren agar senantiasa memperbaharui rasa syukur dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Kita yang saat ini masih bertemu dengan Muharram mari tingkatkan rasa syukur kita sebab banyak saudara kita tidak bisa menikmati Muharram tahun ini. Perjalanan waktu yang terus berputar hendaknya digunakan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat, baik untuk kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Dengan demikian pada momen menyambut Tahun Baru Islam ini, juga merupakan salah satu upaya khususnya civitas akademika Pondok Pesantren untuk senantiasa mewujudkan masyarakat islami yang sebenar-benarnya,” jelasnya.

Ditambahkannya bahwa kegiatan Gebyar Muharram Kauman Cup telah berlangsung selama tiga tahun. Dalam kurun waktu itu sebutnya, Pondok Pesantren telah menemukan kader-kader terbaik untuk selanjutnya diutus dalam pergelaran serta lomba-lomba sesuai bidang yang digeluti santri.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk ajang pencarian bakat dari santri. Alhamdulillah selama tiga tahun berjalan kita telah banyak menuai prestasi-prestasi yang prestisius. Tinggal saat ini peningkatan kualitas dan kuantitas yang perlu kita kuatkan lagi ke depannya,” jelasnya.

Ketua pelaksana Gebyar Muharram, Asraful Hadi Rasfa mengatakan bahwa tahun ini panitia berupaya menghadirkan sesuatu yang berbeda untuk tampilan kegiatan. Perbedaan tersebut, sebutnya memberikan sebuah nutrisi bagi peningkatan kualitas dan kuantitas acara.

“Secara umum sama seperti kegiatan dua tahun yang lalu, hanya saja perbedaan terletak kepada sistem penilaian dan juri. Kalau dua tahun lalu juri setiap cabang lomba adalah santri kelas XII namun tahun ini kita hadirkan dewan juri dari pihak luar dan guru-guru yang kompeten dibidangnya,” terangnya.

Dalam penjelasannya, santri kelas XII ini mengatakan jenis lomba ada tiga kategori. Lomba bidang bahasa, keagamaan dan olah raga. Bidang bahasa sebutnya akan menampilkan lomba Scrabble atau teka teki silang bahasa Inggris, penulisan Cerpen, pembuatan Poster. Bidang keagamaan ada lomba pidato, Cerdas Cermat 30 Juz, dan untuk bidang olah raga ada pertandingan Volly ball, Tenis Meja serta futsal.

Dihadiri oleh seluruh organisasi yang berada dibawah naungan Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan meriah. Adapun organisasi-organisasi tersebut adalah Sanggar Menulis Santri (SMS), Kauman Language Centre (KLC), Hizbul Wathan, Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Komunitas Tahfiz, Kauman FC.
Kedepannya kegiatan serupa akan dilaksanakan dengan mengundang beberapa Pondok Pesantren yang ada di Padangpanjang, Batipuh, X Koto. (JE)

MOU PONTREN KAUMAN DENGAN KECAMATAN PADANG PANJANG TIMUR UPTD PUSKESMAS KOTO KATIK

Padang Panjang – MTs M dan MA KMM Kauman Muhammadiyah Padang panjang melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) bersama Kecamatan Padang Panjang Timur UPTD Puskesmas Koto Katik di Aula Hamka, Kauman pada Kamis (28/7)

 

Irda Yulia, S. KM selaku kepala Puskesmas Koto Katiak menyampaikan “Marilah sama-sama kita wujudkan Padangpanjang sehat. Jaga kesehatan dan perhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi. Kami juga berkomitmen dengan hal itu. Kita telah melakukan pembinaan dan memberikan tablet tambah darah. selain itu kita juga berkomitmen jika ada santri kauman yang sakit dan tidak bisa datang ke puskesmas kami dari siap untuk datang ke sini”, Tegasnya. 

Kepala Camat Padangpanjang Timur, Drs. Asrul mengungkapkan “Penyakit yang sangat bahaya adalah penyakit hati. Karena hati adalah sumber penyakit. dan hal terpenting untuk menjaga kesehatan adalah dengan mengkonsumsi yang alami. seperti saya suka mengkonsumsi telur itik dan ampadu tanah”, Ajaknya.

                                        

Dr. Derliana, MA “Menjalin kerjasama seperti yang kita lakukan ini adalah salah satu langkah kita agar lebih maju terlebih dengan awareness terhadap kesehatan. Dengan ini maka kita semakin dekat dengan visi kita yakninya pusat keunggulan tamaddun islam dan ini akanmenjadi program yang dapat menjadi acuan bagi madrasah lainnya.” Tutur Mudir Kauman.

Penandatangan yang dilakukan oleh Drs. Asrul, Irda Yulia, S. KM, Dr. Derliana, MA dan Lidya Heriani, S.Sn ini didampingi oleh Nisrina selaku pembimbing KSR. Dengan bantuan dari tim KSR acara ini berjalan dengan lancar.

 

MENYAMBANGI 7 MUSEUM KOTA SAWAHLUNTO, SANTRI MTsM KAUMAN BELAJAR MENGENAL SEJARAH & KEBUDAYAAN

Padang Panjang, HUMAS–Traveling ke Kota Sawahlunto tidak hanya tentang menikmati keindahan alam berupa danau, perbukitan, dan air terjun. Atau, hanya asyik menginap di hotel dan resort mewah untuk menghabiskan liburan bersama keluarga dan teman-teman.

Namun, di destinasi wisata populer Sawahlunto, ada juga beberapa bangunan peninggalan zaman kolonialisme Belanda yang harus para santri kunjungi dan ketahui sejarahnya.



Didampingi yakni Revi Sri Violita, S.Pd & Febriyanti Ramadhani Akmil, S.Pd di sekolahnya, sekitar 8 santri/wati MTsM Kauman Padang Panjang, Rabu (27/7) mengikuti wisata edukasi untuk pembelajaran-pembelajaran tentang pemerintahan dan sejarah Kota Sawahlunto.

Dalam kesempatan itu, Revi Sri Violita, S.Pd, memberikan motivasi kepada para santri ini. Beliau berpesan agar mereka belajar dengan rajin, jangan sampai putus sekolah, dan meningkatkan keimanan masing-masing.

UPACARA PERINGATAN MILAD KE-61 IPM : ARUS UTAMA PELAJAR INDONESIA

Kauman Muhammadiyah Padangpanjang merayakan milad ke 61 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dengan upacara bendera. Upacara ini dilaksanakan pada Senin (18/7) dan diikuti oleh lebih dari 500 santri MtsM dan MA KMM Kauman.
di usia ke 61 tahun ini, IPM Sebagai etensitas gerakan pelajar di Indonesia perlu mengembalikan marwah dirinya sebagai pembawa bak keilmuan. Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, IPM berperan dalam melakukan pemurnian dan menjaga ideology pelajar dari terpaan ideology komunis yang marak disemaikan kala itu. Selain itu, kelahiran IPM memiliki dua posisi strategis yaitu pertama, IPM sebagai aksentuator gerakan dakwah amar makruf nahi munkar Muhammadiyah di kalangan pelajar. Kedua, IPM sebagai lembaga kaderisaasi Muhammadiyah yang dapat membawa misi Muhammadiya di masa yang akan datang.
 
Dr. Derliana menegaskan “Milad ke 61 IPM kita mesti menyadari bahwa IPM bersifat sebagai arus utama pelajar Indonesia. Kenapa? Menilik kembali semboyan IPM yaitu surat Al-Qalam ayat 1, Korelasi antara Nun’ dan Al Qalam telah menggambarkan hubungan yang sangat erat dengan literasi. Untuk itulah kaum pelajar mesti menyenangi dunia literasi. Membaca. Menulis. Tentunya makna ini tidak bermakna sempit yang sebatas kertas dan buku. Tapi melebihi itu. Membaca alam, membaca diri, membaca segala apa yang ada dan apa yang dirasa. Dan menuliskannya agar mampu memberikan kebermanfaatan bagi orang lain,”Ujar mudir kauman tersebut.
Ia menambahkan “Indonesia yang kali ini tergolong krisis literasi. masih dalam urutan ke 62 dari 71 negara kemampuan literasinya. untuk itu ummi menghimbau kita semua untuk terus meningkatkan kecintaan kita terhadap dunia literasi. itulah yang nantinya akan mengantarkan kita menjadi arus utama dalam dunia pendidikan Indonesia,” Tutupnya.

STUDY BANDING ANGGOTA IPM MTSM BATU BULAT DENGAN IPM KAUMAN

35 orang anggota IPM MTsM Batu Bulat, Lintau Buo, Tanah Datar melakukan study banding ke Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang pada Sabtu (16/7/2022). Kunjungan tersebut didampingi oleh Kepala beserta dua orang wakil MTsM Batu Bulat.  

Dalam kunjungannya, Rahmat Akmal, M.Pd.  menyampaikan “Kami kesini membawa tiga misi, pertama bagaimana system organisasi IPM di Kauman, Kedua Seperti apa program kerja yang ditawarkan dan dijalankan oleh IPM dan yang terakhir adalah Bagaimana pengolaan segala administrasi di organisasi tersebut” Ujar Kepala MTsM Batu Bulat.

Ajang silaturrahim antar IPM tersebut membahas terkait pengenalan PR IPM Kauman. baik itu terkait anggota, maupun kinerja dari IPM tersebut. Faiz Akram selaku ketua IPM Kauman memaparkan dengan rinci terkait hal terpenting yang tak boleh ditinggalkan oleh IPM. Jargon IPM terus digaungkan di ruangan Guru MA KMM Kauman tempat study banding itu berlangsung.

Dr. Derliana memaparkan “Anggota IPM kita berikan kebebasan dalam bekerja. Mereka mandiri namun tetap dalam pantauan agar semua dalam berjalan dalam koridornya. untuk menunjang program kerjannya, IPM difasilitasi dengan ruangan, computer, printer dan fasilitas kantor lainnya.” tutup Mudir Kauman tersebut.

 

Tingkatkan Pendidikan Karakter, Pontren Kauman Gelar Rihlah Dakwah

Sebanyak 300an Santri Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang mengikuti kegiatan Rihlah Dakwah yang dilaksanakan di Nagari Saniang Baka, Kabupaten Solok. Kegiatan ini merupakan puncak dari rentetan kegiatan Fortasi selama beberapa hari yang dilakukan dilingkungan Pondok Pesantren.

Dr. Derliana MA selaku mudir Pondok Pesantren dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan Rihlah yang bertajuk Dakwah Islamiyah ini, bertujuan untuk membangun kreatifitas santri, pembinaan mental santri, membangun watak dan karakter santri agar menjadi manusia yang paripurna berguna bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara.

“Ini untuk memberikan suntikan moral bagi santri kita agar menjadi santri yang kreatif, kekuatan mental dan tentu saja untuk membangun watak serta karakter positif agar menjadi manusia yang berguna bagi seluruh alam,” tuturnya saat memberikan kata sambutan. Jum’at(08/07).

Dikatakannya bahwa sebetulnya penggunakan istilah Rihlah Dakwah merupakan istilah baru dalam kegiatan yang sebenarnya sudah diadakan tiap tahun di Pondok Pesantren ini. Biasanya Pondok Pesantren menurut Derliana menggunakan istilah kemah dakwah semenjak 2001, hanya saja saat ini penggunaan istilah kemah dakwah ini telah banyak digunakan pesantren lain. Maka kita harus buat inovasi baru. Apalagi santri yang diikutkan adalah santri baru. Perlu penyegaran, menciptakan suasana gembira, dan menyenangkan.

“Isian programnya hampir persis dari program Kemah Dakwah yang menjadi program tahunan, tapi Rihlah lebih kami kuatkan muatan esensinya di bidang kemasyarakatan. Kata Rihlah sendiri merupakan jelmaan dari perjalanan dalam mentadabburi hakikat kehidupan manusia dengan alam sekitarnya.

Kita akan selalu berupaya menghadirkan sesuatu yang baru kepada santri. Rihlah Dakwah ini nama yang baru kami coba angkat sebagai bentuk pembaharuan di Pondok Pesantren.” jelasnya.

Ditambahkannya bahwa Pondok Pesantren Kauman yang telah berdiri sejak tahun 1927 ini dalam prosesnya akan terus mengedepankan nilai-nilai kemaslahatan bagi umat dan bangsa. Hal yang utama adalah melakukan pembaharuan dalam setiap program-program yang dilaksanakan. Beliau dengan lugas menyampaikan bahwa program di Pondok Pesantren mesti memiliki bentuk kebaharuan agar setiap santri yang mondok di sini memiliki pengetahuan yang berbeda dan bertambah dari waktu ke waktu.

“Pembaharuan, perubahan dan penyempurnaan dalam sistem pendidikan adalah sebuah keniscayaan jika kita ingin melahirkan generasi CERDAS dan berkemajuan. Kita tidak boleh stagnan, kita harus terus melakukan terobosan-terobosan yang mampu menunjang serta membentuk kreatifitas santri kita. Saat ini mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan masyarakat.

Sejalan dengan itu, ustadz Insan Adha Hasibuan, koordinator lapangan Rihlah Dakwah ini menyampaikan bahwa kegiatan akan dilaksanakan selama empat hari, dimulai tanggal 08-11 Juli 2022. Kepada awak media beliau mengatakan kegiatan Rihlah Dakwah santri Pondok Pesantren memiliki tujuan berbaur dengan masyarakat agar kecerdasan dalam berinteraksi sosial dapat diterapkan.

“Tidak semua orang memiliki kecerdasan dalam berbaur, ini adalah bentuk latihan sebenarnya. Kita berharap santri dapat melakukannya dengan baik. Selain itu Rihlah Dakwah bentuk proses pendewasaan diri dengan berbaur dengan masyarakat,” katanya.

Sementara itu pengurus Masjid Taqwa Saniang Baka dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang melaksanakam kegiatan Rihlah Dakwah di mesjid ini. Menurutnya kegiatan-kegiatan keagamaan mesti terus digalakkan dan dilakukan agar dengan begitu generasi muda juga terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Sebagai tuan rumah, kami menyambut baik kegiatan ini. Semoga dengan dilakukannya kegiatan ini mampu menarik generasi muda untuk datang ke mesjid ini,” harapnya.

JKegiatan yang mengangkat tema “Menjalin Ukhuwah, Menjemput Hikmah” ini juga dihadiri oleh Ketua KAN Saniang Baka, Pengurus Mesjid Taqwa, Pimpinan MTs Muhammadiyah Saniang Baka, Pimpinan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Saniang Baka, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah Saniang Baka.(je).

FORTASI PONPES KAUMAN, UPAYA CEGAH BULLY DI KALANGAN SANTRI

Padangpanjang, Humas – Jelang memasuki proses pembelajaran tahun pelajaran 2022/2023, Pondok Pesantren (Ponpes) Kauman Muhammadiyah gelar Forum Ta’aruf Santri baru (Fortasi). Bertempat di aula Buya Hamka, kegiatan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang dipersiapkan untuk memberikan bekal kepada santri baru lebih mengenal pondok pesantren.

 

Derliana menyampaikan bahwa memasuki tahun pelajaran 2022/2023, Pondok Pesantren mempersiapkan beberapa kegiatan yang berorientasi kepada pengenalan lingkungan pondok kepada santri baru. Semua dilakukan agar santri baru dapat mengenal lebih dekat tempat mereka menuntut ilmu saat ini.

“Ada beberapa kegiatan kita siapkan untuk santri baru, diantaranya adalah matrikulasi yang telah selesai dilakukan, Fortasi yang saat ini sedang berlangsung dan terakhir adalah Kemah Dakwah. Kemah Dakwah ini sudah sejak 2002 dilaksanakan di Kauman. Program ini mengarahkan santri untuk melakukan pengabdian di tengah masyarakat. Layaknya Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Mahasiswa, maka dilaksanakan ini untuk untuk santri agar mampu mengenal masyarakat, beradaptasi dengannya, dan melakukan pengabdian Dakwah, Tahfiz, dan gotong royong. Insya Allah itu berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 8-11 besok dan bertempat di Saniang Bakar, Kabupaten Solok,” jelasnya, Selasa (05/07).

 

Ditambahkannya bahwa dalam mewujudkan santri yang berkarakter kegiatan ini berbeda dari kegiatan yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi santri baru. Perploncoan dan hukuman fisik tidak dibenarkan dalam kegiatan Fortasi ini. Semua ini merupakan wujud keseriusan pondok pesantren sebagai pondok pesantren ramah anak.

“Kita justru melarang dengan tegas untuk urusan bully, plonco dan hukuman fisik yang akan mempengaruhi mental santri baru. Tidak ada sejarahnya di pondok kita itu terjadi kasus ploncoan. Kepada seluruh panitia yang terlibat kita tekankan sekali agar tidak terjadi hal demikian,” tegasnya.

Sejalan dengan itu koordinator kegiatan Fortasi, Yuhaldi, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini mengacu kepada kegiatan untuk meningkatkan daya penyesuaian diri santri, menjalin ukhuwah islamiah.

“Kegiatan Fortasi ini merupakan gerbang awal santri baru untuk mengenal teman, guru, program dan semua yang ada di lingkungan pondok pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang. Panitianya kita ambil dari personalia Ikatan Pelajar Muhammadiya (IPM) yang sebelumnya sudah diberikan pembekalan tentang kegiatan yang edukatif selama kegiatan berlangsung,” jelasnya.

Mahasiswa program magister UIN Muhammad Yunus ini juga menyampaikan bahwa kegiatan Fortasi ini tidak boleh ada kekerasan verbal maupun fisik karena sejatinya pendidikan itu penuh dengan kelemahlembutan dan juga penuh kasih sayang.

“Jika ingin mengenalkan kepada santri hakikat kasih sayang mesti dimulai pada kegiatan Fortasi ini. Jika kegiatan Fortasi sudah diawali dengan kekerasan percaya atau tidak kekerasan itu akan membekas dalam diri santri dan justru itu dapat berakibat santri kita cenderung saling membenci antara adik kelas dengan kakak kelasnyanya,”ungkapnya.

Ditambahkannya juga bahwa Fortasi ini dilaksanakan dari tanggal 5-7 juli ini. Selama tiga hari kegiatan ini diisi dengan materi-materi penguatan pembentukan karakter, diantaranya adalah kurrikulum yang digunakan oleh Pondok Pesantren, tata tertib pondok pesantren, Psycal Training, organisasi di bawah naungan pondok pesantrennya, gerakan literasi pondok pesantren, praktek ibadah, penggunaan bahasa asing di lingkungan pondok pesantren serta beberapa kegiatan outbond yang dikelola langsung oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR-IPM ) MA KMM Kauman Padangpanjang

Mengangkat tema “Membangun dan Menjalin Ukhuwah Di Bawah Langit Kauman” ini dibuka secara resmi oleh wakil mudir bidang Pengasuhan Santri, ustadz Insan Adha Hasibuan. Dalam sambutannya di hadapan 250 santri baru ini, beliau menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana kegaiatan Fortasi yang telah menyiapkan segala bentuk kebutuhan Fortasi sehingga kegiatan ini dapat dijalankan sesuai dengan harapan dan keinginan pondok pesantren. Beliau berpesan kepada santri baru agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

 

“Kepada santri baru kami berpesan agar menjalankan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Laksanakan kegiatan ini dengan penuh perhatian agar ukhuwah islamiah antar santri terwujud setelah kegiatan ini. Agar terwujudkan suasana yang kondusif kami berharap baik kepada panitia maupun kepada peserta untuk saling menghargai satu sama lain,”tutupnya. JDW

5 ORANG SANTRI KAUMAN MENGIKUTI PROGRAM PELATIHAN SANTRI DIGITALPRENEUR INDONESIA TAHUN 2022

Tanah Datar, HUMAS–Kegiatan Santri Digitalpreneur Indonesia resmi dibuka oleh Direktur Bidang Animasi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas, Tanah Datar (04/07).
 
Santri Digitalpreneur merupakan kegiatan yang diadakan oleh KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF dengan tujuan sebagai wadah untuk pelatihan dan peningkatan kapasitas santri dan generasi milenial dalam menghadapi tantangan industri digital kreatif.
Santri Digitalpreneur Indonesia kembali hadir tahun 2022 ini untuk mencetak generasi Santri Digital yang dapat memproduksi konten-konten kreatif dan inovatif juga berakhlakul karimah.
Diikuti oleh perwakilan santri dari Pondok Pesantren se-Sumatera Barat, kegiatan ini dilaksanakan dimulai dari tanggal 4 hingga 7 Juli 2022 dengan agenda pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Adapun santri Kauman mengikuti kegiatan tersebut yakni Aiman Hidayat (XII), Muzakki Romadhon (XII), Tsabit Aqdamana (XI), Hanifah (XII), dan Maharani Jambak (XII).
Semoga santri-santri yang mengikuti kegiatan ini menjadi santri yang berkarakter dan berintegritas tinggi dalam menghasilkan karya dengan konten digital.
Kementrian

ATLET TAPAK SUCI KAUMAN PADANG PANJANG SABET MEDALI EMAS DAN PERAK

Atlet pencak silat asal Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Puthi Andam Wulandari dan Najwa Shihab berhasil menyabet medali emas dan perak pada kejuaraan Terbuka Pencak Silat MINSAI AL FITRAH yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Sopan Santun. 

 

Bertempat di lapangan Volly BAJA Balai Jariang, Kota Payakumbuh ini kegiatan dilaksanakan dari tanggal 26-29 Juni dan diikuti oleh 380 peserta tingkat pelajar SD, SLTP, SLTA se- Provinsi Sumatra Barat, Riau dan Jambi.

 

Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang sendiri mengutus empat orang atlet pada kompetisi tersebut. Mereka yang merupakan Pesilat Tapak Suci Kauman Muhammadiyah Padang Panjang ini atas nama Syifa Husniyah, Najwa Shihab, Sari Wanda, Puthi Andam Wulandari.

” Puthi Andam berhasil menyumbang satu medali emas bagi kontingen Pondok Pesantren Kauman di ajang tersebut. Suatu prestasi yang membanggakan bagi kami pondok pesantren,” ungkap Andi Adrian, pelatih Tapak Suci Pondok Pesantren Kauman Padang Panjang.

 

Pada ajang tersebut Puthi Andam turun di Kelas G tanding putri bersama perwakilan kontingen dari sekolah lain. Pada babak final ia berhasil mengalahkan pesilat unggulan dari perguruan Pencak Silat Tangan SMA N 2 Lubuk Basung yang harus puas meraih medali perak.

 

Selain Puthi Andam, pesilat asal Kauman lainnya yakni Najwa Shihab juga turut mengharumkan nama Pondok Pesantren di ajang yang sama dengan menyabet medali perak di kelas C Tanding Putri.

 

“Najwa ini sekaligus melengkapi koleksi kepingan medali tim Kauman Padang Panjang. Najwa berhasil meraih medali perak setelah ditumbangkan pesilat dari Sisinga Berantai. Sementara dua orang lainnya yaitu Sari Wanda, Syifa Husniyah gugur dibabak penyisihan,” terang Andi.

 

Mudir Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah, Dr. Derliana, MA mengaku bangga dan apresiasi dengan hasil yang di capai oleh atlet Kauman. Ia berharap Puthi dan Najwa dapat terus mempertahankan dan meningkatkan prestasi pada bakat seni bela diri ini. Ia juga mengingatkan untuk terus rendah hati dan menjaga perilaku di masyarakat.

 

TIGA FAKTA MENARIK USAI KAUMAN FC JUARA LIGA SANTRI KODIM 0307/TANAH DATAR

Hallo Footbal lovers, Selamat Datang di Kauman FC News


Kauman FC berhasil memboyong Piala Kasad Liga Santri Tingkat Kab/Kota Kodim 0307/Tanah
Datar di Stadion Gumarang, Batusangkar pada Kamis 23 Juni lalu. Kami telah menyiapkan tiga
fakta menarik dibalik kemenangan tersebut.


Let’s check this out!


1. Pemain yang tidak hanya lihai tapi juga pandai
Pemain tim Kauman FC tidak hanya lihai bermain sepakbola namun mereka juga pandai di
bidang lainnya.
 Gelanggang bertahan, Yudha Aprianto dan tim musikalisasi puisi menorehkan juara 1
tingkat nasional tahun 2021
 ditahun berikutnya, Fikram Ramadhan berhasil memperoleh Medali Perunggu di ajang
Olimpiade Kimia, Biologi, dan Bahasa Inggris tingkat Nasional.
 Alghifari Yolanda, di tingkat nasional juga berhasil meraih medali perunggu bidang
olimpiade sosiologi pada tahun 2022
 Kemudian, Selain sebagai top scorer di Tim Kauman FC, Arya Ramadhinata juga top
person di kelasnya . Arya merupakan langganan peringkat tiga besar di kelas.


2. Latihan dengan waktu terbatas
Setelah tersiar kabar akan diadakannya liga santri, Irsyad selaku guru olahraga bergerak gesit
menyeleksi santri untuk mengetahui kondisi fisik, agility, speed dan endurance mereka.
Berawal dari sana Irsyad Ihsan Kamil dengan untuk melatih Kauman FC dengan waktu tidak
lebih dari seminggu


3. Pemain yang hafal Quran
Sebagai santri tentu tidak asing lagi jika menghafal quran. Kauman FC memiliki hafalan quran
rata-rata 3 Juz. Pemain dengan Hafalan terbanyak 22 Juz oleh Yudha Aprianto. Sedangkan
Tsabit Aqdamana dan Arya Ramdhinata masing-masing hafal 5 Juz.


kemenangan ini memberikan banyak pelajaran bagi tim kauman fc. mereka percaya bahwa ini
adalah anugrah agar tak pernah penyerah dan berlatih lebih giat lagi untuk bisa berlaga di tingkat
Provinsi Sumatera Barat pada Agustus mendatang.