BUKU SEJARAH KULLIYATUL MUBALLIGHIEN PADANG PANJANG DILUNCURKAN

Padang Panjang, – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Barat, Dr. Shofwan Karim El Husain, MH, secara resmi meluncurkan buku tentang sejarah berdirinya Kulliyatul Muballighien Kauman Padang Panjang di Aula Buya HAMKA. Senin, (27/06).

 

Dalam acara itu, Dr. Shofwan mengatakan lahirnya buku ini merupakan terobosan hebat yang dilakukan Pondok Pesantren dalam menjaga nilai -nilai sejarah terlebih yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

“Kami atas nama Pimpinan PWM Sumbar mengapresiasi dengan apa yang dilakukan oleh pondok pesantren dalam menjaga dan merawat nilai sejarah di Kauman ini. Kauman Padang Panjang merupakan pijakan pertama dalam mensyiarkan gerakan pembaharuan Muhammadiyah. Dari Padang Panjang lah, Muhammadiyah dapat dikenal dan dikembangkan ke berbagai daerah lainnya yang ada di Indonesia ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, buku ini dapat memberi pelajaran pada pembaca mengenai berbagai macam peristiwa yang mengiringi proses berdiri dan berkembangnnya Kulliyatul Muballighien Kauman Padangpanjang yang mana peristiwa-peristiwa tersebut juga tercatat dalam sejarah Indonesia.

Mudir Pondok Pesantren Kauman Padangpanjang, Dr. Derliana, MA mengucapkan terimakasih kepada penulis buku, Fikrul Hanif Sufyan yang selama tiga tahun melakukan riset untuk menggali sejarah Kauman ini dari berbagai sumber, sehingga buku tentang sejarah berdirinya Kauman dapat dinikmati dan dibaca oleh generasi yang akan datang.

Bagi Derliana, buku yang berjudul “Kulliyatul Muballighien dari Padang Panjang Untuk Indonesia” ini memberikan gambaran secara gamblang kepada masyarakat luas bahwa Kulliyatul Muballghien memiliki sejarah panjang dalam khazanah pendidikan yang ada di Indonesia ini. Kontribusi yang nyata telah ditunjukkan oleh Pondok Pesantren ini yang akan memasuki usia hampir satu abad ini.

“Telah banyak tokoh-tokoh nasional yang berasal dari Kulliyatul Muballighien Kauman Padang Panjang ini. Mereka tersebar diberbagai daerah dalam negri maupun luar negri. Mereka telah menjadi abdi masyarakat, abdi negara, abdi agama dan semuanya mereka dapatkan di Kulliyatul Muballighien ini,” katanya.

Sementara itu menurut Fikrul Hanif Sufyan, penulis buku sejarah ini menyampaikan bahwa dalam menulis buku tentang Kauman menjadi beban sejarah baginya, sebab fakta sejarah yang selama ini ditemukan hanyalah dari cerita-cerita para orang tua dan juga para santri dari para pendiri Pondok Pesantren Ini.

“Buku ini membahas tentang perjalanan sejarah berdirinya Kulliyatul Muballighien Kauman. Saya menemukan fakta sejarah di sebuah media cetak Sumatra. Dalam tulisan tersebut dinyatakan bahwa Pondok Pesantren yang dahulunya bernama Tabligh School berdiri pada tanggal 5 April 1928. Dari situ saya mencoba mencari benang merah selama tiga tahun lamanya, hingga buku ini selesai tahun ini,” kisahnya.

Dikatakannya juga bahwa awal sekolah ini adalah hotel Marapi yang dimiliki oleh orang Belanda. Kemudian hotel itu dibeli untuk dijadikan sebagai pusat pendidikan menggantikan rumah Inyiak Rasul yang menjadi awal mula pusat pergerakan Muhammadiyah yang hancur pada saat gempa Padang Panjang. Sehingga Rasyid Idris Dt. Sinaro Panjang, pioner administrasi Kauman Muhammadiyah yang namanya di abadikan menjadi ruas jalan medapatkan tempat di Kulliyatul Muballighien.

“Bekas hotel yang dibeli inilah, guru-guru persyarikatn membuat sekat-sekat untuk kelas. Dimana murid- murid yang datang dari utusan berbagai daerah Sumani, Agam, Payakumbuh, Pariaman dengan dengan segala keterbatasan tanpa melihat kondisi sekolah. Semangat ini kemudian yang melatari semangat perjuangan Buya HAMKA kembali memimpin madrasah sekembalinya dari Makassar,” bebernya.

Disamping itu Deni Asyari selaku direktur Penerbit Suara Muhammadiyah yang ikut dalam kegiatan ini mengatakan bahwa buku “Kulliyatul Muballighien dari Padang Panjang Untuk Indonesia” yang ditulis oleh Fikrul Hanif Sufyan ini menjadi rangkaian yang terhubung dengan buku yang ditulis oleh Taufik Abdullah, bahwa semuanya berawal dari Kauman Padang Panjang. Menjadi pencerahan dan menginspirasi banyak orang.

 “Apresiasi terhadap buku ini, karena potensi khasanah sejarah khususnya Muhammadiyah di Sumatera Barat yang terpendam, Ini penting untuk diperkenalkan kepada generasi selanjutnya. Bicara sejarah, adalah bicara inspirasi masa depan. Buku ini bicara mengenai semangat pembaharuan generasi Islam. Kita dari penerbit berharap, agar buku ini bisa menjadi buku wajib bagi warga Muhammadiyah. Banyak gubahan-gubahan terjadi di negri ini yang lahir dari Pondok Pesantren Kauman Padang Pannjang,” katanya.

Selanjutnya menurut Deni Asyari, tantangan Muhammadiyah saat ini berada ditahap abad kedua. Kalau dulu tantangan kita adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sekarang tantangan itu lebih meningkat ketingjat revolusi tekhnologi yang mana hal itu membuat era desrupsi semakin menjadi-jadi.

“Semoga Kauman tetap konsisten dalam gerak dakwah Muhammadiyah. Gerakan literasi yang masif menjadikan Kulliyatul Muballighien semakin dikenali dan diminati oleh orang-orang. Sebagai inspirasi untuk dipahami bagaimana perjuangan Kauman dalam menggelorakan semangat berfastibighul khairat,” tutupnya.

 

Turut hadir pada kesempatan itu, walikota Padang Panjang yang di wakili oleh staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan, kepala bidang perpustakaan dan kearsipan kota Padang Panjang, kepala pondok pesantren se Padang Panjang, penulis novel Rinai Kabut Singgalang, Muhammad Subhan, Ketua Jurusan Teater, Dr. Sulaiman Juned, serta para praktisi pendidikan dan muballigh se Padang Panjang, Batipuh, X Koto. JDW

PDM ROKAN HULU & PONTREN KAUMAN
SEPAKATI JALIN KERJASAMA
DI BIDANG PENDIDIKAN

Untuk mempersiapkan kader Persyarikatan Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Rokan Hulu, Riau, jalin kerja sama di bidang pendidikan dengan Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang, Sabtu, (25/6).

Penandatangan Kerjasama dilaksanakan di Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang antara Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Rokan Hulu, H. Mukhtar A. Ganie dengan Mudir Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang, Dr. Derliana, M.A, dan turut disaksikan oleh Sekretaris Mudir, Zainal Abidin, A.Md, Humas Pontren  Kauman, Rezki, S.Pd, Kepala Tata Usaha MA KMM, Januar Efendi, S.Pd, dan Sekretatis PDM Rokan Hulu, Panut. A.

Ketua PDM Rokan Hulu, H. Mukhtar A. Ganie, berharap kerja sama ini terus berlanjut, meskipun yang pertama. “Alhamdulillah, hari ini telah ditandatangi kesepakatan antara PDM Rokan Hulu dengan Pondok Pesantren Kauman  Muhammadiyan Padangpanjang. Jadi kami berharap kerjasama ini terus berlanjut, meskipun ini baru permulaan, tapi kami berharap ini bukan yang pertama dan terkahir, sehingga kami  bersemangat, dan kami harap anak ini berhasil, sehingga bisa menjadi estafet melanjutkan perjuangan kami di Rokan Hulu”. Ujar Mukhtar.

 

Mukhtar juga berpesan kepada mudir pesantren agar jangan sungkan untuk menegur mereka  jika ada hal-hal yang tidak berkenan pada mereka.

PDM Rokan Hulu, mengirimkan dua orang kader yang akan melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang tingkat Madrasah Aliyah. Mereka yang terpilih adapah mereka yang telah melalui seleksi dan tes oleh PDM Rokan hulu.

 

Mudir Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padangpanjang, Dr. Derliana, M.A menyambut baik kerja sama yang digagas oleh PDM Rokan hulu. Derliana berharap mereka bisa berhasil menjadi keder penerus bagi daerah masing-masing, dan menjaga nama baik daerah mereka dengan raihan preatasi, baik akademik maupun non akademik. Sehingga tidak mengecewakan kedua belah pihak.(JE.Darwisi)

SUKSES, KAUMAN FC JUARA LIGA SANTRI TINGKAT KODIM 0307/TANAH DATAR

Padang Panjang – Piala Liga Santri Tingkat Kab/Kota Kodim 0307/Tanah Datar diboyong Tim Sepak Bola Kauman FC yang berhasil menumbangkan Thawalib Putra Padangpanjang  dengan drama adu penalti score 4 – 3 setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol pada Final Liga Santri PSSI Tahun 2022 di Studion Gumarang, Batusangkar pada Kamis (23/06/2022).

 

Di laga yang sengit ini Kauman FC mampu menyumbangkan 4 gol pada adu penalty oleh Panzelyo Dwi Marsel, M. Azman Syarif, Fadly Zulmahendra dan M. Afif Raihan.

 

Di akhir pertandingan, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Wisyudha Utama melalui Kasdim 0307/Tanah Datar Mayor Inf Imam Mashari mengatakan “Melihat dari semangat santri selama pertandingan Liga Santri ini, saya yakin bahwa juara liga santri saat ini akan mampu untuk berkompetisi lebih lanjut,” Tuturnya.

Ihsan Kamil menggungkapkan “Anak-anak kita ini memiliki potensi dan membutuhkan pembinaan yang tepat agar mereka mampu memaksimalkan kemampuan. Mudah-mudahan dengan hasil yang mereka dapatkan hari ini dapat memacu semangat berlatih agar lebih giat di berlaga Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Padang dengan membawa nama Kodim 0307/Tanah Datar pada 03-11 Agustus 2022 mendatang ” Ujar Coach sepak bola Kauman FC tersebut.

 

Ia menambahkan “Selanjutnya kita punya program yang berat, untuk bisa mempersiapkan para santri mencapai target berangkat ke tingkat Nasional. Kita perlu evaluasi semua pemain dan mesti juga mempersiapkan fisik, teknik, taktik dan yang terpenting adalah mental pemain” Lanjutnya (SEA).

JELANG FINAL PIALA KASAD : COACH IHSAN PASTIKAN PEMAIN  SIAP TEMPUR

Kauman, Padang Panjang – Tim Kauman FC lolos ke babak final Piala Kasad setelah menundukkan Tim Ponpes Darul Ulum Tigo Jangko dengan skor 4-0 pada laga Piala Kasad, Liga Santri PSSI Tahun 2022 di Studion Gumarang, Batusangkar pada Rabu (22/06/2022).

Dalam babak semifinal ada tiga pencetak gol. Fikram Ramadhan (nomor punggung  15) dan Tsabit Aqdamana (nomor punggung 7) masing-masing mencetak satu gol pada babak pertama disusul oleh  Arya Ramadinata (nomor punggung 2) berhasil menyumbangkan dua gol pada babak kedua.

“Kita selalu menyiapkan dengan matang tim yang akan bertarung. Mulai dari memastikan kesehatan fisik hingga mentalnya. Hal yang tak penah dilupakan adalah latihan yang terus kami lakukan secara berkala agar bisa memaih kemenangan demi kemangan” Ujar Ihsan Kamil selaku coach sepakbola Kauman.

Ia menambahkan “Saya cukup puas dengan kemenangan tersebut. Di awal babak Tim Kauman FC berhasil menaklukan Darul Muwahidin X Koto dengan score 1-0. Kemudian disusul dengan melawan Darul Ulum.  Selanjutnya  Kamis (23/6) akan berlaga dengan Tim Thawalib Putra Padangpanjang yang kita tahu bahwa tim ini juga merupakan tim yang kuat sehingga saya pesankan pada pemain selalu berikan yang terbaik dan tetap jaga kekompakkan. (SEA)

PERSIAPKAN KURIKULUM MERDEKA, PONDOK PESANTREN KAUMAN GELAR BIMTEK DAN LOKAKARYA

Padang Panjang-Dalam rangka mempersiapan pembelajaran tahun pelajaran 2022/2023, Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang laksanakan Bimbingan Teknis dan Lokakarya Kurikulum Merdeka.

 

Dr. Derliana, M.A dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kurikulum merdeka madrasah seharusnya melaksanakan beberapa kali bimbingan teknis serta lokakarya untuk seluruh kompenen pendidikan yang ada di madrasah tersebut.

 

“Pondok pesantren kita sudah terdaftar di Kantor Kementrian Agama Provinsi Sumatera Barat sebagai salah satu pondok pesantren yang akan melaksanakan kurrikulum merdeka tahun pelajaran 2022/2023.

Sebagai persyaratannya madrasah wajib melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis dan Lokakarya,” ungkapnya di Aula Buya HAMKA. Sabtu (19/05).

Ditambahkan lagi bahwa aturan kurikulum saat ini ada dua. Untuk pelajaran umum mengacu kepada kurikulum Kementrian Pendidikan dan kebudayaan, sementara untuk kurikulum PAI dan Bahasa Arab tetap berinduk kepada Kementrian Agama yang termaktub dalam Keputusan Mentri Agama.

Mengangkat tema “Membangun Tradisi Tenaga Pendidik yang Merdeka Merencanakan, Melaksanakan, dan Mengevaluasi untuk Santri yang Berkemajuan” kegiatan ini merupakan wujud dari usaha Pondok Pesantren dalam mengupayakan pendidikan yang sesuai dengan kurrikulum Pendidikan Nasional. Sebab menurut Doktor UIN Imam Bonjol Padang ini Kurikulum Merdeka lahir untuk memberikan kebebasan kepada siswa dalam memilih pendidikannya sesuai bakat dan minat anak.

“Munculnya Kurikulum Merdeka sebagai solusi untuk kebebasan anak dalam perkembangan bakat dan minat sang anak,” katanya.
Yuhaldi, salah satu peserta bimtek dan lokakarya ini menyampaikan bahwa dengan lahirnya regulasi kurikulum merdeka ini ia sangat merasa senang sebab menurut beberaoa sumber mengatakan bahwa dalam kurrikulum merdeka pendidikan memberikan keringanan untuk siswa dalam menentukan konsep minat dan bakatnya.

“Selama ini kurikulum yang dijalankan terkesan memaksakan bakat dan minat anak, seakan-akan kurikulum tidak memberikan peluang anak dalam menentukan masa depannya. Sekarang dengan hadirnya kemerdekaan belajar, kita bisa lihat betapa anak-anak bebas dalam menentukan perkembangan bakat dan minatnya,” ungkapnya.

Disampaikan juga bahwa Kurikulum Merdeka dinilai lebih fleksibel dan sederhana diberlakukan. Implementasi dengan mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi.

“Mandiri belajar yakni siswa tidak mengenal jurusan, siswa memilih mata pelajaran yang diinginkan untuk persiapan melanjutkan di perguruan tinggi nantinya,” ungkap mahasiswa pasca sarjana UIN Mahmud Yunus. Batusangkar ini.

Dihadiri 46 tenaga pendidikan Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah, Bimtek dan Lokakarya ini direncanakan akan dilaksanakan selama empat hari, dengan pemateri dari LPMP Sumbar, Bapak Feri Fren, S.Pd. MM.

TINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI, PONDOK PESANTREN KAUMAN PADANGPANJANG GELAR PELATIHAN DESAIN MAJALAH

Dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi santri, Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang gelar pelatihan desain majalah.  Pelatihan yang menghadirkan pihak Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Padang Panjang ini berlangsung di labor komputer Pondok Pesantren, Sabtu (11/06).

 

Derliana, selaku mudir memaparkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program dari dewan redaksi majalah pondok pesantren yang baru saja menerbitkan edisi kedua.

 

“Sebagai bentuk dari kelanjutan program dewan redaksi majalah pondok pesantren, ini telah diprogramkan. Kemaren kita baru saja menerbitkan majalah edisi kedua, sekarang segala bentuk kekurangan diedisi kedua tentu kita perbaiki di edisi berikutnya,” ujarnya.

 

Selanjutnya beliau mengucapkan terimakasih kepada Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) kota Padang Panjang yang selalu mendukung program Pondok Pesantren dalam pengembangan gerakan literasi Pondok Pesantren.

 

“Terimakasih kepada pihak Kominfo Padang Panjang yang selalu mendukung program – program Pondok Pesantren melalui pemberitaan, pun demikian dengan program gerakan literasi Pondok Pesantren. Semoga kedepannnya kerjasama ini tetap berjalan dengan baik,” harapnya.

 

Kemudian Doktor Bidang Pendidikan ini juga mengharapkan dengan kegiatan ini mampu  melatih santri agar mempunyai pengetahuan tentang desain majalah. Diharapkan pula lewat kegiatan ini santri mempunyai kemampuan menulis baik di media cetak maupun di media sosial dengan baik. Desain majalah yang dihasilkan pada saat pelatihan ini akan dicetak pada semester ganjil depan.

 

Budiono yang hadir sebagai pemateri menyampaikan bahwa program kerja Dewan Redaksi Majalah Cerdas Pondok Pesantren seperti ini amat baik untuk mengkader santri yang baru mengenal dunia literasi di pondok pesantren.

 

“Pelatihan yang dijadikan wujud pelaksanaan literasi di sekolah ini sudah berjalan dengan baik. Harapannya kerjasama seperti ini tetap berjalan di tahun-tahun berikutnya agar tujuan Pondok Pesantren dalam melahirkan santripreneurship lewat media bisa diraih lewat ini.

 

Selanjutnya beliau juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kerjasama Kominfo dengan Pondok Pesantren berjalan dengan baik dan sesuai harapan di kedua belah pihak.

 

“Sebagai Pranata Humas di Dinas Kominfo Kota Padang Panjang, kami sangat mengapresiasi kegiatan yang ada di Tim Redaksi Majalah Cerdas MA KMM . Harapannya kedepan akan lahir jurnalis-jurnalis  hebat dan produktif dari Kalangan Santri Muhammadiyah Padang Panjang.  Mengingat kebutuhan penyebaran informasi yang telah memasuki era konvergensi media, diharapkan para santri terus mengembangkan ketrampilan dan keahlian yang meliputi kemampuan menulis, fotografi, dan audio visual,” ungkapnya.

 

Diikuti sebanyak 20 orang yang tergabung dalam dewan redaksi Majalah CERDAS Magazine mengharapkan agar kegiatan ini tidak sekedar sebagai kegiatan ekstrakulikuler di pondok pesantren.

 

“Tidak hanya sebagai wadah ekstrakurikuler sekolah, namun mampu memupuk keterampilan dan keahlian jurnalistik dikalangan Santri dan Santriwati. Sehingga peranan santri dalam menciptkan iklim demokrasi dapat direalisasikan dengan baik,”tutupnya.(JE)