Padangpanjang, HUMAS-Sehubungan dengan program Pondok Pesantren Islamic Centre Muhammadiyah Kinali dan program DIKDASMEN PCM Kinali, Pasaman Barat maka diadakan Study Banding karena melihat dan menilai perkembangan pesat dari Pondok Pesantren Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dalam dunia pendidikan pada Sabtu (21/10).
Muhammad Agung Budiarto, S.Pd, Mudir Ma’had, selaku ketua rombongan membuka pertemuan dalam kegiatan Studi Banding ke Pontren Kauman.
“Susah saya lukiskan dengan bahasa, ini suatu hari yang bahagia bagi kami karena diizinkan mengkaji dan belajar. Tujuan kami ke sini yang pertama yaitu silaturrahmi, alhamdulillah karena kedekatan hati kita tanpa prosedur yang berbelit-belit. Karena kita satu hati satu perjuangan untuk menuju ridho Allah SWT,” ujar Budi.
Dilanjutkannya, “Ponpes Kinali sedang masa transisi dari madrasah ke pondok, tentunya perlu bimbingan, tentunya kita berharap kepada mudir dan wakil tolong berikan pintu yang seluas-luasnya bagi kami untuk menimba ilmu pengetahuan tentang bagaimana mengelola dan menata, memanajemen dari pada pendidikan yang ada di kauman ini yayng mana hampir setiap saat kami lihat kauman yang muncul di Tv Mu. Kami berharap mudah-mudahan kami pulang itu benar-benar mendapat konsep yang bagus dan bisa kami terapkan di kinali sehingga cahaya daripada Kauman Padang Panjang ini menembus ke kinali,” Ucapnya.
Hal itu senada disampaikan Mudir Kauman, Umi Derliana, “Bila kita ingin madrasah yang akan bertransformasi menjadi pondok pesantren, di Kinali ini bisa menajdi pondok pesantren yang berkemajuan, yg berkembang pesat, maka setidaknya mesti punya ini, 3 hal yang kita pesankan, yang pertama adalah bagaimana performance penampilan dari pada pondok pesantren. Yang kedua yaitu achievment yaitu prestasi, dan yang ketiga adalah show yaitu bagaimana kita menunjukkan kepada orang lain bahwa sekolah atau madrasah yang kita miliki itu ada dan punya prestasi serta dapat menunjukkan bahwa siswa-siswanya memiliki akhlak yang baik”, ucap Derliana.
Ia menambahkan, “Bagaimana dengan guru? Yang pertama, guru juga mesti kita update dan lakukan pengambangan dengan melakukan assesment guru dengan mendatangkan lembaga profesional, kedua ada standar bahasa asing yang mana pada 7 mata pelajaran yang termasuk dalam kelompok PAI seperti akidah, akhlak, alquran, hadis , fikih, SKI dan bahasa arab itu sendiri mesti berasal dari alumni yang mampu membaca kitab, ketiga diadakan training untuk guru ada 12 traing dalam 1 tahun 1x sebulan kita mendatangkan narasumber dari luar sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan yang keempat update & dan upgrade guru dengan belajar/melakukan pengkajian 1 x sepekan dalam upaya pengembangan SDM”, ucapnya.(nisa)
Leave a Reply